TENTANG KAMI
BENGKEL JAHIT MENTAL
BENGKEL JAHIT MENTAL
Bengkel ini bukan sekadar tempat menyatukan kain dengan benang. Ini adalah ruang "Tirakat" bagi siapa saja yang percaya bahwa hidup harus terus diperbaiki. Sejarahnya tidak lahir di dalam kantor yang dingin, melainkan dari aspal panas dan kenyataan pahit kehidupan—tempat yang pernah memaksa saya untuk bertahan hidup di atas boks truk Jakarta.
"PAHAL KUWE NGGO MBAGUSI AWAK. ORA NGGO NGRUSAK AWAK."
Bekerja itu untuk hidup Bukan hidup untuk kerja. Carilah pekerjaan sekuat kuatnya. Tapi untuk memperbaiki diri. Agar batin mu tenang. Agar hidupmu lebih dewasa. Kalau pekerjaanmu membuat kamu jantungan dan lupa jati diri. Itu namanya merusak diri. Ingat… bekerja mestinya menjadi obat, bukan menjadi racun. Bekerja itu untuk memperbaiki diri. Bukan untuk merusak diri. (PAHAL KUWE NGGO MBAGUSI AWAK. ORA NGGO NGRUSAK AWAK)
Hidup itu seperti jahitan. Kadang kala jarum harus menancap sedikit untuk menggabungkan kain yang sobek. Sedikit perih, bukan masalah. Yang penting menjadi jahitan yang kuat dan menjadi karya yang punya Derajat.
Bagi kami, bekerja bukan hanya soal uang, tapi soal bagaimana kita menggunakan tenaga untuk menjadi manusia yang lebih baik dan menjaga martabat keluarga. Hidup itu ibarat membuat pola; satu sentimeter saja garis kita meleset dari prinsip, ia akan kehilangan kehormatannya sebagai sebuah karya.
Menginjak pedal gas itu butuh irama. Jangan terburu-buru. Jangan kaku. Kalau kaku benang bisa putus. Kalau terburu-buru setikan bisa neleset. Stoikisme itu cara kita menjaga irama batin di tengan berisiknya dunia.
Saya hanyalah orang jalanan yang sekarang memilih memancal pedal mesin jahit demi mencukupi fungsi hidup. Bengkel ini lahir menjadi pengingat bagi kita semua: meski keadaan sedang susah dan otak sering buffering karena beban hidup, yang penting batin tetap tenang.
(Tulus, Ikhlas, Kalem)
Salam Stoikisme Dalanan
"Menjaga nalar tetap bersih walaupun di tengah kubangan lumpur"